Gaji di Bawah UMP Sulit Bisa Beli Rumah DP 0 Rupiah, Sandi: Opsinya Dibuatkan Rusunawa

PERSEPSI.ID, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandia Uno mengatakan warga Jakarta yang memiliki pendapatan di bawah upah minimum provinsi (UMP) kemungkinan tidak bisa membeli rumah dengan skema uang muka (DP) Rp 0.

Menurut Sandi, rumah DP nol rupiah tak mampu dimiliki oleh masyarakat menengah ke bawah. Mereka yang boleh membeli rumah tersebut berpenghasilan maksimal Rp7 juta.

“Mereka kelihatannya enggak bisa masuk skema rumah DP Rp 0 karena pendapatannya di bawah (UMP). Nah, di situ mungkin intervensi pemerintah untuk memberikan opsi lain,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/1).

Menurut Sandi, Pemprov DKI Jakarta akan mencari jalan lain agar warga warga dengan kriteria tersebut juga bisa memiliki rumah. Salah satu opsi yang dipikirkan adalah membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

“Dulu terpikirkan sih opsinya dibuatkan rusunawa. Jadi, mereka menyewa di situ, tetapi konsep menyewanya itu mungkin menyewa yang jangka panjang sekali sehingga pada saat di ujung penyewaannya itu mereka memiliki opsi memiliki (rusun tersebut) dengan beberapa skema,” kata Sandiaga.

Diketahui, hunian dengan uang muka (DP) 0 rupiah yang disediakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bisa dicicil dengan rentang waktu beragam. Warga bisa mengangsurnya selama 7 tahun, 10 tahun, 15 tahun, hingga 20 tahun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan masyarakat bisa menyesuaikan cicilan kesanggupannya. Sementara itu, harga yang diberikan tetap sama, yakni Rp185 juta untuk tipe 21 dan Rp320 juta untuk tipe 36.

Besaran cicilan, kata dia, berdasarkan tenor yang diambil warga. Dalam aturan Bank Indonesia, maksimal cicilan 30 persen dari gaji. “Kita fleksibel dan bisa atur durasinya,” ujar dia.

Syarat untuk mendapatkan hunian DP 0 persen adalah ber-KTP DKI Jakarta. Selain itu, warga harus sudah menikah dan belum memiliki hunian.

“Memiliki penghasilan maksimal Rp7 juta. Jumlah itu bisa gaji gabungan suami istri atau gaji sendiri. Jadi, ini untuk masyarakat berpenghasilan rendah,” pungkas dia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *